Translate

Sabtu, 25 Agustus 2012

Selamat Jalan Legenda, Neil Alden Armstrong

One small step for man, one giant leap for mankind, 20 Juli 1969, RIP Neil Armstrong


Dunia kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Manusia pertama yang mampu menapakkan kaki di bulan, Neil Armstrong meninggal dunia.Neil Alden Armstrong (lahir di OhioAmerika Serikat5 Agustus 1930 – meninggal 25 Agustus 2012 pada umur 82 tahun) adalah seorang astronot Amerika Serikatpilotinsinyur, profesor universitas dan pilot Angkatan Laut Amerika Serikat. Astronot pertama legendaris asal Amerika Serikat yang sukses pergi ke bulan denga menumpang pesawat Apollo 11 ini menyerah kepada komplikasi penyakit dari gangguan pada jantung yang selama ini dia alami.
Seperti yang dilansir oleh CBS News, pria yang dikenal dengan pernyataan 'That's one small step for (a) man, one giant leap for mankind' saat pertama kali menginjakkan kakinya di bulan pada 20 Juli 1969 tersebut meninggal di usia 82 tahun. Pernyataan wafatnya Neil Armstrong dirilis oleh keluarga besarnya tanpa menyebutkan kapan dan di mana dirinya meninggal dunia.
read more >>>>

Kamis, 23 Agustus 2012

Sirius


Bintang Sirius



Jika kita melihat kearah tenggara, akan terlihat bintang yang paling terang berwarna biru keputihan.
Bintang itu sudah dikenal sejak peradaban kuno di Mesir, Cina, dan Yunani. Dalam bahasa Arab
bintang itu dikenal sebagai As Syi’ra, sedangkan dalam astronomi modern dikenal sebagai Sirius.
Yang unik dari bintang ini adalah cahayanya yang indah dan terang bahkan paling terang jika
dibandingkan dengan bintang lainnya. Posisinya dibawah rasi bintang Orion yang dahulu di
Jawa disebut waluku yang merupakan penanda musim tanam. Pada waktu-waktu tertentu kita
dapat melihatnya walaupun matahari masih belum tenggelam.

Kalender Astronomi 2012 (Juli - Desember)


Tulisan berwarna merah berarti peristiwa tersebut tidak dapat diamati di Indonesia. 
Tulisan berwarna kuning kecokelatan berarti tidak dapat diamati dengan mata langsung, sehingga diperlukan alat bantu seperti teleskop atau binokuler. 
Tulisan berwarna hitam berareti peristiwa tersebut bisa diamati di Indonesia tanpa alat bantu apapun.


Kalender Astronomi Tahun 2012

Juli

01 Juli 2012: Merkurius Elongasi Timur
Merkurius akan menghiasi langit senja dengan ketinggian 25.7° di ufuk barat.
04 Juli 2012: Bulan Purnama

05 Juli 2012: Bumi di Aphelion
Kebalikan dari perihelion, dimana Bumi berada pada jarak terjauh dari Matahari terhitung 1.0167 AU.
16 Juli 2012: Istiwa' Adhom
Kali kedua dalam tahun ini dimana Matahari transit atau tepat berada di atas ka’bah. Peristiwa ini dapat difungsikan untuk meluruskan arah kiblat bagi kaum muslim.
19 Juli 2012: Bulan Baru

28 Juli 2012: Puncak Hujan Meteor Southern Delta Aquarids
Kali ini rasi Aquarius menjadi radian hujan meteor yang berasal dari pecahan komet Marsden dan Kracht Sungrazing sejak 18 Juli hingga 18 Agustus. Cukup arahkan kedua mata ke langit timur waktu dini hari, 20 an meteor tiap jam diperkirakan terlihat pada puncaknya.

Agustus

02 Agustus 2012: Bulan Purnama

12 Agustus 2012: Okultasi Jupiter
Bagaimana jika Jupiter tertutupi oleh piringan Bulan untuk sejenak? Jangan lewatkan "Gerhana" Jupiter yang dapat teramati di seluruh Indonesia.

12 Agustus 2012: Puncak Hujan Meteor Perseids
Sejak 17 Juli hingga 24 Agustus sebelum fajar, rasi Perseus di langit utara menjadi pusat hujan meteor yang berasal dari serpihan komet Swift-Tuttle. Sekitar 90 meteor tiap jam diperkirakan akan melintas di langit gelap berhias Bulan sabit tatkala puncaknya selepas tengah malam hingga fajar tiba.
15 Agustus 2011: Venus Elongasi Barat
Nikmati pemandangan matahari terbit dihiasi Venus sang bintang kejora setinggi 45.8° di langit timur.
16 Agustus 2012: Merkurius Elongasi Barat
Seakan menemani Venus, Merkurius juga akan berelongasi barat dan terlihat di langit timur ketika matahari terbit dengan ketinggian 18.7°.
17 Agustus 2012: Bulan Baru

24 Agustus 2012: Oposisi Neptunus
Neptunus akan berada pada jarak terdekatnya (28.9840 AU) dari Bumi. Meski akan lebih terang di banding biasanya, namun tetap dibutuhkan alat bantu seperti teleskop untuk mengamati.
31 Agustus 2012: Bulan Purnama

read more >>>

17 Agustus 2012, teringat pengibaran 2 tahun silam

Pada tau kan di tanggal ini ada apa...
Bersejarah dan sangat penting bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia, juga bagiku. :)

2 tahun silam, peristiwa yang terjadi sekali dalam seumur hidupku terjadi. tepatnya tanggal 17 Agustus 2010, menjadi bagian dari Paskibraka dan mengibarkan Sang Merah Putih di tiang tertinggi.

Begini ceritanya, beberapa bulan sebelumnya, lupa tepatnya bulan apa, ada seleksi paskibraka provinsi tahun 2010 di Stadion ITS Surabaya. Nah, alhamdulillah aku termasuk yg direkomendasikan oleh pelatih paskibra di sekolahku, SMAN 2 Surabaya yang bernama Bapak Jati Andrianto untuk mengikuti seleksi tersebut.
Saat itu yang ikut seleksi ada aku, Atika Candra, Abdul Kodir, Andre Surya, Beta Novia, Susetyanita Putri, Puspita Kartika, mas Rendra Melano, mbak Deninta Gizka, mbak Soffie nur, mbak Putri Megasari, mbak Camila, mas Zico Juniar. Seleksinya berupa kemampuan baris berbaris, kondisi fisik, pengetahuan umum, juga kesenian daerah.

Dapat nomor urut 155, dari beberapa ribu siswa - siswi. Yang lolos seleksi ada 100 orang, yg terdiri dari 50 cowok dan 50 cewek untuk Kota Surabaya, dan 1 cowok 1 cewek untuk Provinsi Jawa Timur. Saat itu, aku hanya berharap termasuk bagian dari siswa siswi pilihan yang lolos seleksi.
read more >>>

Selasa, 14 Agustus 2012

11-12 Agustus 2012, Anjungan Pantai Kenjeran Surabaya


Pertemuan kedua bagiku di komunitas Surabaya Astronomy Club (SAC). Observasi kali ini bertujuan untuk mengamati hujan meteor perseids, dari rasi perseus, serta okultasi (gerhana) jupiter. Seperti biasanya, lokasi yang cukup pas untuk pengamatan ini bertempat di pantai kenjeran surabaya.
Sebenarnya, tak ada yang istimewa dari pengamatan kali ini, para 'pengembara langit' yang hadir pun juga tak jauh dari pengamatan Southern delta aquarids beberapa waktu lalu. Ada saya, ardi (ikut yg pertama & terakhir, sepertinya) mas thoyib, pak lachsono beserta istri, mas david, mbak ruly, mbak adel, kakak-adik mas dimas dan mas dendhy dan masih banyak lain

Namun, bagiku pengamatan ini sangat berarti, dimana ini pengamatan pertama saya ditemani 'senjata' saya yang baru saya beli dari bekasi lewat online shop di situs javaindotech.com . Pilihan saya jatuh pada telescope celestron powerseeker 60AZ. Bukan tanpa sebab, aku membeli ini setelah berkonsultasi dengan salah satu admin fanpage SAC di facebook, selain itu tentu saja disesuaikan dengan ukuran kantong =))

Awalnya kami hanya fokus pada 'pertunjukan' meteor shower, begitu ada meteor yg terlihat, kami berseru dengan kegirangan. Dan pada pertunjukan itu, beberapa dari kami ada yang melihat fireball, tentu saja kami sangat bergira layaknya anak-anak. ya beginilah kesenangan dan kepuasan yang didapat oleh pengembara langit saat pengamatan.
read more >>>

Selasa, 07 Agustus 2012

Perseids Meteor Shower and Jupiter Ocultation


Pertunjukan langit di musim panas ini akan berlangsung kembali. Fenomena hujan meteor akan menghiasi langit  malam diseluruh kepulauan indonesia. Pagi dini hari 12 Agustus 2012 Hujan meteor perseids akan menyapa kita di awal bulan agustus ini atau selang 2 minggu setelah hujan meteor SDA berlangsung. Namun ditahun ini hujan meteor perseids akan sangat spesial dimana saat itu terjadi pula “gerhana” planet jupiter.
Hujan meteor perseids kali ini beraktifitas mulai tanggal 17 Juli 2012 hingga 24 Agustus 2012 dan mencapai puncak pada hari minggu pagi dini hari 12 Agustus 2012. Intensitas dari hujan meteor yang diakibatkan dari sisa-sisa runtuhan ekor komet Swift-Tuttle sangatlah tinggi. Meteor yang akan berlalu-lalang diperkirakan akan mencapai 100 meteor per jam dengan kecepatan rata-rata 59 Km/detik. Tinggi nya intensitas hujan meteor perseids sungguh sangat disayangkan bilamana anda tidak menyaksikannya. Perseids akan memiliki arah radiant dari rasi perseus yang terbit dari langit ufuk timur pada pukul 01.00WIB. Namun sayang nya saat rasi perseus muncul, bulan juga terbit pada waktu yang bersamaan sehingga dapat diprediksikan cahaya bulan akan mengganggu pengamatan hujan meteor pada meteor-meteor bermagnitudo rendah.

Posisi rasi perseus di timur laut
read more >>>
Bertepatan dengan terbit nya bulan diufuk timur pukul 01.05 WIB maka saat itu juga dimulailah pertunjukkan okultasi jupiter oleh bulan. Apa itu okultasi jupiter oleh bulan? Okultasi sejatinya merupakan istilah yang diberikan dimana seorang observer atau pengamat menyaksikan sebuah benda langit “yang tampak lebih besar” melintas didepan benda langit “yang tampak lebih kecil” yang menyebabkan seluruh permukaan/piringan benda langit “yang tampak lebih kecil” tertutup sempurna. Pada pagi 12 Agustus 2012, planet jupiter selama 70 menit akan menghilang dari atap langit akibat tertutup nya planet jupiter oleh piringan permukaan bulan dan akan muncul kembali pada pukul 02.15 WIB. Peristiwa okultasi jupiter oleh bulan dapat disaksikan diseluruh kepulauan indonesia dan akan terulang kembali sekitar tahun 2016.

Senin, 06 Agustus 2012

My First Time !!! with Surabaya Astronomy Club


Marhaban Ya Ramadhan kawan-kawan !!! Alhamdulillah kita semua telah menginjak bulan puasa, yaitu bulan yang penuh berkah. Dengan keberkahan bulan tersebut kita di suguhi oleh Allah SWT berbagai keindahan salah satunya Hujan Meteor Southern Delta Aquarids yang Insya Allah akan beraktifitas mulai 18 Juli hingga 18 Agustus 2012 dan mencapai puncak 29 Juli 2012 yang lalu.
Southern Delta Aquarids (SDA) adalah meteor shower yang dapat diamati mulai pertengahan Juli hingga pertengahan Agustus dan mencapai puncaknya pada 29 Juli. Asal muasal shower ini masih misterius namun diduga berasal dari reruntuhan komet 96P/Machholz- 2. Radiant atau pusat shower berada di Rasi Aquarius yang baru terbit di langit timur pukul 21.00 WIB. Saat puncaknya shower ini dapat menghasilkan sampai 20 meteor tiap jam dengan kecepatan mencapai 41 km/detk. Pemandangan langit belum lengkap rasanya jika melihat hujan meteor tapi tidak melihat galaksi”rumah kita” yaitu Bimasakti. Bila langit cukup cerah dan tidak berawan dan bulan telah terbenam kita akan dapat melihat fenomena alam yaitu galaksi bimasakti. Hmm nampak nya seru yach? apalagi kebetulan kita sedang dalam posisi sahur.
Cak Mat (Cangkruk sambil Ngamat) adalah tema yang diusung SAC untuk mengadakan pengamatan hujan meteor SDA tahun 2012 ini. Dan kenpark lagi-lagi dipilih sebagai tempat pengamatan mengingat di sanalah spot yang dirasa paling memungkinkan diadakannya pengamatan hujan meteor, sebab polusi cahayanya yang masih relatif rendah dibandingkan daerah surabaya kota.
Jam menunjukkan pukul 22.00 WIB, waktu yang disepakati sebelumnya oleh para punggawa Laskar Teropong untuk berkumpul di Kenpark. Dengan membawa Galileoskop, tripod, kamera dan beberapa alat pendukung pengamatan yang lain, para anggota SAC pun telah standby di tempat pengamatan. Satu per satu anggota pun berdatangan. Berbeda dengan pengamatan-pengamatan SAC sebelumnya, kali ini antusiasme member SAC sangat besar, hingga yang join saat pengamatan mencapai 26 orang, itu angka yang sangat signifikan bagi kami mengingat kami adalah klub astronomi yang masih dalam tahap berkembang.
Pengamatan ini kami rasa penting karena mengingat geliat dunia astronomi amatir di Indonesia sudah mulai menunjukkan eksistensi yang luar biasa, jadi kami pun dari pihak SAC tidak mau kalah dalam berkarya dan berupaya mengembangkan astronomi di Indonesia. Selain itu, momen hujan meteor SDA kali ini adalah momen yang sangat berharga bagi perkembangan SAC untuk unjuk gigi dan merekrut para punggawa-punggawa baru yang berminat dalam bidang astronomi, dan beruntungnya, itu pun berbanding lurus dengan member yang bersedia bergabung dengan kami, mereka juga menunjukkan antusiasme yang luar biasa terhadap event kali ini, dan menunggu untuk ikut dalam event astronomi selanjutnya. Kami pun tak melewatkan momen ini untuk saling mengenal satu sama lain, saling berfoto ria dan sharing tentang astronomi tentunya.

Jejak langkah ilmu perbintangan di bumi pertiwi


Astronomi, ilmu yang satu ini hampir setua peradaban manusia itu sendiri. Bagaimana tidak, ia lahir bersama dengan kekaguman dan keingintahuan manusia akan langit dan apa yang ada di sana. 
Kekaguman yang melahirkan pencarian. Tidak masalah apakah pencarian itu kemudian berbuah pada sebuah hasil yang saintifik ataukah ia hanya berhenti pada kaitan budaya dan kehidupan manusia. Kekaguman itulah yang membawa manusia pada kemajuan astronomi melintasi batas budaya dan kepercayaan, berkembang menjadi ilmu pengetahuan yang membawa manusia menjelajah alam semestayang mungkin di masa lampau tidaklah pernah terbayangkan.
Bagaimana dengan Indonesia?

Peradaban Awal Astronomi di Indonesia

Hala Na Godang kisah tentang Orion dari Batak. Kredit : Nggieng
Berabad-abad lampau ketika peradaban baru dimulai, catatan dan cerita turun temurun dalam budaya masyarakat sudah menunjukkan berbagai kisah rakyat yang terkait astronomi.Cerita-cerita dari langit ini memberi interpretasi tersendiri akan obyek langit yang mereka lihat. Sebagai contoh ada kisah Bulan Pejeng (Bali), Pasaggangan’ Laggo Samba Sulu atau Pertempuran Matahari dan Bulan (Mentawai), Memecah Matahari (Papua), Manarmakeri (Papua), Hala Na Godang (Batak), Kilip dan Putri Bulan (Dayak Benoaq), Lawaendrona Manusia Bulan (Nias), Bima Sakti (Jawa), Mula RilingĂ©’na Sangiang Serri’ (Bugis), Batara Kala, Nini Anteh (Jawa Barat).
Penamaan rasi bintang berdasarkan nama lokal menunjukkan, masyarakat Indonesia di masa lampau juga melakukan pengamatan langit. Dalam budaya Jawa, dikenal Gubug Penceng (Salib Selatan), Lintang Wulanjar Ngirim (rasi Centaurus), Joko Belek, Lintang Banyak Angrem, Bintang Layang – Layang, Lintang Pari, Lintang Kartika (Pleiades), Wuluh (Pleaides), Kalapa Doyong (Scorpio), Sapi Gumarang (Taurus), adalah contoh penamaan rasi bintang secara lokal di Indonesia, yang sekaligus menandai kegiatan astronomi amatir di tengah masyarakat di masa lalu.